Monthly Archives: November 2014

Bandar Judi Indonesia – Bayern yang Nggak Biasa: Kartu Merah & Parade Blunder

Sebelum matchday kelima Liga Champions tersebut, nggak ada yang semakin mengkhawatirkan bagi Manchester City ketimbang gambaran petaka terlepas di fase 16 besar.test1

Dua jam sebelum kick-off laga mengelakkan sang penganjur klasemen yang sudah memastikan luput terlebih dulu, Bayern Munich, kekhawatiran ini bertambah menguat pencetus jauh di sesi timur Eropa, AS Roma bersambang ke kandang CSKA Moskow di Rusia.

City sejajar juru kunci dgn dua angka, sementara Roma dan CSKA berada di atas mereka dengan sama-sama udah meraih 4 angka. Oleh sebab itu gak tersedia yang bertambah City harapkan daripada kompetisi Roma mengelak CSKA ini usai dgn perolehan draw utk menjaga peluang mereka terlepas secara matematis.

Betul saja, gol injury time daripada CSKA berhasil “menyelamatkan” ke-3 pemain itu dalam Grup E bagi sama-sama senantiasa melestarikan peluang luput. Terutama guna City, karena alhasil Sergio Aguero dan kawan-kawan sanggup berbuat kick-off dgn hati yang tenang.

Cahaya terang bertambah besinar saat Mehdi Benatia dikartu merah & menimbulkan wasit menunjuk titik putih yg lalu dikonversi Aguero. Namun, cahaya ini memudar juga perlahan memerankan mimpi jelek saat Bayern sukses menyungsangkan posisi menjadi 2-1, sementara itu mereka cuma mempunyai 10 pemain dalam atas lapangan.

Beruntung beri City Sergio Aguero berhasil mencetak hat-trick juga salah satunya pula yakni gol pada injury time. City alhasil menumbuhkan harapan mereka untuk terlepas ke 16 besar dengan keunggulan 3-2 bagi Bayern.

Apa cara kompetisi tersebut berjalan amat dramatisnya?

Ke-2 Kesebelasan Tak Siap Membongkar Tatanan Tokoh Terkuat

City tak sempat menang dalam enam pertandingan terakhir di Liga Champions. Kemenangan terakhir mereka hadir di dalam tahun 2011 tempo mengalahkan Bayern di Etihad Stadium dengan skor 2-0 dengan perantara gol dari David Silva serta Yaya Toure.

Tetapi, 2 nama ini tidak diturunkan semalam. David Silva sedang masa pemulihan cedera selama Toure absen soalnya kompensasi larangan tampil dampak ia “menoyor” kepala Roman Eremenko dalam matchday ke-4 ketika City berjumpa CSKA.

Pellegrini merelakan duet Fernando dan Frank Lampard di lini tengah yg mengoper duet jagoan Toure juga Fernandinho – pemain Negara brazil ini juga harus absen akibat larangan bertanding. Pellegrini juga menyandarkan Jesus Navas utk mengoper Silva.

Di kubu klub tamu, Bayern memperoleh suntikan usaha mutakhir dari Bastian Schweinsteiger menyebrangi pertarungan pertama sesudah final Piala Dunia 2014. Tetapi, ia sedang diistirahatkan oleh Pep Guardiola dan baru dimainkan di menit ke-81.

Bayern sendiri sudah memastikan diri lolos. Dengan ada nya badai cedera, nggak heran jika skuat Bayern semalam bukan yakni tim terkuat mereka.

Susunan tokoh Manchester City dan Bayern Munich (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

Tontonan yg Enggak Biasa dari Bayern: Blunder demi Blunder

Sebenarnya Bayern makin layak kembali ke Bayern dengan kinerja seri. Bahkan sesudah mereka main dengan 10 tokoh, club tamu asal Jerman ini “kukuh” bertahan dengan garis semampai.

Hal ini ditunjukkan dengan grafik operan dr sejak kartu warna merah sampai akhir putaran pertama, ialah malahan Bayern melakukan makin besar operan daripada City.

Cara judi bola online – Vietnam Betul-betul Tahu Cara Menganggap lawannya

Sepakbola gak lagi setaraf permainan juga aksi di lapangan hijau. Lebih atas tersebut, sepakbola kerapkali menjadi pencerahan. Sepakbola mengantarkan aku di dalam satu buah negeri baru, Vietnam. Piala AFF 2014 yang sebagai pijakannya.test1

Siap menyambut perlagaan pemain nasional Indonesia secara langsung dalam negeri tetangga yaitu satu buah kehormatan. Dr sana pulalah terhampar peluang utk mengembangkan wawasan. Pada negeri orang, kita mampu memandang secara langsung status sosial, memahaminya, segera menjadikannya tolok ukur terhadap tanah air kita.

Sebab hadir dengan pedoman sepakbola, maka udah setimbal masalah pertama yg butuh dilakukan yakni tahu dgn bingkai sepakbola. Juga signifikansi pertama yg muncul kepada Vietnam adalah warganya yg seolah gak acuh dgn acara bola Asia Tenggara itu.

Sehari sebelum rivalitas antara Vietnam kontra Indonesia melintas, survey kecil-kecilan membawa aku pada hasil yang cukup mengherankan. Lima daripada lima orang Vietnam mengindikasikan tidak terlalu acuh dengan timnasnya.

Bahkan gaungnya pula gak terlalu berasa dalam media-media lokal. Masalah yg tentu begitu berbeda dgn pada Indonesia.

Di Indonesia, tidak sempat terdapat ampun utk sepakbola. Selaku penggemar, kita sepertinya selalu berlomba-lomba melancipkan kegilaan. Terlepas daripada ikatan rasa nasionalisme untuk negara, diakui ataupun tak, ada darah panas yang meletup-letup di beberapa masyarakat kita jika bicara pertunjukkan itu. Sementara media bersabung kebiadaban menindas tiap-tiap sisi.

Dr suporter, terus-menerus ada kisah-kisah heroik mereka yang merempuh petualangan jauh untuk mendukung timnya, dengan modal seadanya juga kenekatan yang sebesar-besarnya. Nonton bareng di mana-mana, penjual seragam diburu ke semua penjuru. Yg amat berasa ialah terus-menerus tersedia optimisme meskipun tim nasional Indonesia tak mampu bicara banyak di level internasional selama kurun sejumlah dekade terakhir.

Dalam Vietnam, kegilaan semacam itu sanggup dibilang gak terasa. Faktanya, betul2 tak terlihat terselip upaya mendirikan ekspresi ke arah sana. Menyambut rivalitas perdana timnasnya, sekitar media Vietnam apalagi gak dengan menyusup mengupas timnya, mempertemukan calon-calon lawan, ataupun menonjolkan taraf petunjuk soal turnamen ini. Sejumlah sepadan mendaratkan pandangan kecil, apalagi tersedia yang malahan bergaya cenderung sarkastis dgn menjadikan tema pengaturan skor juga perjudian yang betul2 tengah ramai pada sepakbola Vietnam juga mengaitkannya dengan Piala AFF.

Tetapi di prosesnya, fakta-fakta tersebut segelintir gugur dgn sendirinya ketika hari pertentangan tiba. Vietnam ternyata benar2 bergelora dengan sepakbola. My Dinh Stadium awalnya benar-benar hadir sepi, lebih dari itu sampai dengan setengah jam sebelum pertengkaran. Tapi lambat-lambat penuh kendatipun beberapa kawasan masih kosong.

Sepanjang pertengkaran mereka bukan henti-henti menyebutkan yel-yel. Di dalam satu detik mereka kompak beramai-ramai menyalakan ponsel & mengangkatnya ke udara, membentuk satu buah pengamatan yg mengagumkan.

Menariknya, sekalipun menampakkan fanatisme sedemikian rupa di stadion, pendukung Vietnam juga betul-betul tahu cara memperlakukan lawannya. Misal, saat lagu Indonesia Raya hendak dikumandangkan, mereka menyambutnya dgn tepuk tangan juga selama masa lagu diputar mereka benar2 menyampaikan ruang untuk Indonesia. Tidak ada siulan, “huu”, atau pun tindakan-tindakan lain yg sifatnya melecehkan. Begitu juga momen lagu usai, dgn penuh takzim mereka bertepuk tangan. Beberapa aksi positif lainnya juga ditunjukkan para suporter Vietnam. Bagaikan ketika sang kiper mengerjakan blunder yang menggagalkan keunggulan di menit ke-84. Sempat tampak rasa kaget, namun mereka cepat bertepuk tangan buat menyemangati si pemain.

Judi online indonesia – Vietnam Tidak Lawan yg Mustahil dalam Ditaklukkan

Piala AFF 2014 cepat menggelinding. Siap ataupun enggak bukan lagi alternatif karena pertandingan sudah di depan mata. Ketetapan Alfred Riedl bahwa kru yang dia asuh meniti masa program yg begitu buruk tidak relevan lagi untuk dibahas. Gak ada waktu bagi mengeluh karena, toh, persiapan tim tersebut setidaknya jauh lebih baik ketimbang team AFF 2012 silam.test1

Turnamen terkenal antarnegara Asia Tenggara itu sayangnya betul2 nggak supel buat Indonesia. Kesebelasan Garuda hingga dengan sekarang belum sekali kendati mencicipi gelar juara. Kita tertinggal daripada Thailand, Singapura, Malaysia juga Vietnam di medan mulia ini. Kita memang terhebat, akan tetapi terhebat dalam pengumpul status runner-up, sebanyak 4 kali.

Guna Piala AFF 2014, Indonesia agaknya diuntungkan sama undian pengelompokan ronde grup. Terpadu di grup A bersama Vietnam, Filipina, serta Laos menghasilkan sasaran untuk minimal berada di kaliber ke-2 ataupun lolos pada semifinal terbuka. Caranya dengan menjarah skor pada kompetisi perintis menentang Vietnam & menundukkan dua nama terakhir.

Riedl pula realistis mengenai timnya dgn memberi kredit khusus pada tuan rumah Vietnam. Menurutnya tim yang sempat memikat juara tersebut merupakan yg terkuat di grupnya. Masalahnya adalah Vietnam kudu mereka hadapi di perkelahian pembuka bermodalkan persiapan yang dempet.

Padatnya jadwal Liga Indonesia membuat semua penggawa pemain baru bersepakat secara lengkap dua minggu terakhir. Di fase ini si arsitek saja tengah harus sibuk melaksanakan opsi pemain. Bermodalkan dua uji coba mengelak Timor Leste & Suriah, Riedl mengerucutkan 35 nama sebagai 22 + 1 kiper cadangan pantas dengan ketentuan jumlah pemain.

Sekalipun penuh berbuat rombak pasang pemain sebab pilihan tadi, hanya saja uraian 11 tokoh unggul yang jadi kesebelasan utama sudah mulai tampak. Pertempuran ketat hanya terjadi pada lini tengah, Riedl miliki besar stok pemain dengan gaya tidak sama terutama di bagian 2 poros ganda. Pernyataan siapa yg berdiri dalam pos ini akan ditentukan siasat apa yg diterapkan sama Riedl.

Model Main Vietnam

Vietnam mempunyai model main yg meledak-ledak dgn memercayakan ketangkasan. Hampir serupa dengan model skuad U-19 mereka. Seluruh tokoh akan aktif merenggut bola selekasnya mungkin apabila serbuan gagal untuk lalu balik melakukan gempuran balik lekas. Pertunjukan bagaikan ini dapat saja tegang jika Indonesia gagal berbuat estimasi atau terlebih lagi ikut larut dengan model tersebut.

Saat menginjak-injak Malaysia dgn skor 3-1 pada ujicoba terakhir, Vietnam sebenernya tertinggal makin dahulu. Lini tameng “Si Merah” bukan dinding kokoh yang runyam ditembus. Malaysia juga sanggup mengambil penuh peluang meski berperan tandang. Transisi dari menyerang ke bertahan pula tdk berjalan dengan baik. Satu keuntungan mereka adalah mampu membuat pertunjukkan dr belakang & kompeten dalam melakukan penguasaan bola.

Garis tembok tinggi yang diterapkan si pembimbing Toshiya Miura pada upaya melakukan pressing lawan juga dapat digunakan. Persis bagaikan yang dilakukan sama Palestina saat membuka uji coba awal November dulunya. Beberapa peluang tergolong 2 dr 3 gol (skor 1-3) yang disarangkan terjadi melalui bola berjarak mendayagunakan jebakan offside yang gagal.

Akan tetapi untuk regu lini terjang Vietnam sungguh tidak sama, sebab bergerak lebih lepas & cenderung runyam utk ditebak. Satu aja kelalaian paling utama di menyembunyikan tempat pertahanan sayap mampu menjadi musibah.

Tips kerja bagian Vietnam yang terus menerus menghasut lari tersebut menghasilkan Miura harus mengorbankan ke 2 fullback. Karena seandainya memaksa 90 menit buat keluar-masuk menubruk sekaligus bertahan bakal menciptakan kekuatan terkuras habis. Untuk itu mereka bertambah sering menjauhi empat bek pada belakang dengan sejajar meskipun selagi menyerang.

Agent betting – Visi dalam mencari titik berat penghidupan.

Liga sepakbola di Myanmar mulai dari menyampaikan perbaikan di dalam beberapa tahun belakangan. Jangan heran bahwa kesebelasan nasional U-19 mereka belakangan meningkat ataupun nantinya kesebelasan superior tampil bagus dalam Piala AFF 2014. Persaingan sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ itu sebenarnya sedang berkemas-kemas.test1

Tahun 1996 tercatat memerankan awal dimulainya liga sepakbola pada Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga tersebut beredar sepanjang 13 tahun hingga kemudian usai di tahun 2009.

Mengingat penetapan kebijakan Myanmar ketika tersebut, oleh sebab itu klub-klub anggota liga pun juga bukan team sembarangan. Semenjak tahun 1962 hingga 2011, Myanmar terdapat di dalam pasungan penguasa yang otoriter. Yg paling parah yaitu junta militer dari 1997 sampai 2011. Mengingat situasi ini, sejumlah besar berkandang pada Yangon –ibukota Myanmar sebelum transmigrasi ke Nay Pyi Taw, & merupakan milik kementerian pemerintah beserta cuma beberapa team swasta.

Dalam periode waktu tersebut, kru nasional Myanmar kendati seakan runyam berprestasi. Mereka tidak sempat mengambil piala, terlebih di ajang regional Asia Tenggara. Raihan terpilih Myanmar hanyalah memerankan semifinalis Piala AFF di dalam tahun 2004.

Myanmar National League Tampil Era Baru

Selepas MPL, ada liga trendi dalam Myanmar. Liga merembes ke era profesional dgn sebutan Myanmar National League (MNL). Tatkala itu, tahun 2009, menjadi musim pertamanya.

Pada hamparan pertamanya, MNL diikuti oleh delapan klub baru. Pasukan ini ialah tim swasta yang berdiri bersama-sama dengan bergulirnya musim pertama kasta tertinggi sepakbola negara yang termashur dengan batu gioknya tersebut.

Sekitar enam musim MNL berjalan, 2 club jadi penguasa: Yangon United serta pula Yadanarbon FC. Keduanya sama-sama 3 kali sukses memerankan juara MNL.

Detik gelaran Piala Asia U-19 di Myanmar pada bulan Oktober yg lalu, detikSport menyimpan kesempatan guna menyimak keliru kandang Yangon United. Bertepatan, kru nasional Indonesia U-19 berlatih dalam kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Jangan renungkan markas Yangon United ini adalah stadion megah. Seandainya Anda pernah hadir ke stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yang berkapasitas 15. 000 orang ini jauh semakin besar. Kapasitas Yangon United Sports Complex hanya 3. 500 orang.

Lokasi teritori Yangon United bertentangan, disewakan guna umum begitu sedang gak dimanfaatkan. Sekitar orang2 ekspatriat bersama kelompok Myanmar hadir mencari keringat dengan main sepakbola. “Kami memang biasa mengontrak oleh tampil di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dari perseroan telekomunikasi yang sedang membuat jaringan di Yangon.

Gak cuma tersebut, toko merchandise kendati juga ada. Ukurannya tak besar benar-benar, cuma sekitar 6×6 meter. Tetapi, barang yang dijajakan memang cukup lengkap. Atas jersey, celana klub, kaos kaki, mug, sampai gantungan kunci.

Sponsor kendati pula tak ketinggalan. 1 buah perusaahan apparel dr Thailand, Grand Sport, serta juga Asia Green Development Bank (AGD), setia sebagai pendidik mulai klub ini berdiri tahun 2009 tersebut.

Satu pujian pula diberikan oleh tiap-tiap warga Yangon kala terdapat seseorang yang mengenakan jersey resmi pemain. “Jersey sah Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yg tahu detikSport memakai jesey Yangon United di salah satu jalan di sekitar Sule Menara.

Wajar bila klub-klub dalam Myanmar mesti kreatif guna mencari dana bagi mampu hidup. Obrolan dgn seorang sopir taksi, Aung San, dapat menjawab perbahasan itu.

“Di Myanmar, kami tak siap berutang, gak ada yang namanya pinjaman. Semata kudu dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit juga enggak diizinkan sama pemerintah, ” ujar pria yg pernah mengembara pada Malaysia ini.